Orang Minahasa Keturunan Suku Israel yang Hilang?



Tulisan ini pernah dimuat di tabloid Mimbar Bersama, berisi teori 'aneh', bahwa ada kemungkinan orang Minahasa itu merupakan bagian dari suku Israel yang hilang. Karena namanya teori, wajar jika terkesan tidak masuk akal......


UMUMNYA sejarahwan sepakat kalau nenek moyang orang Minahasa berasal dari Cina atau Jepang. Namun kini ada teori baru, yang mungkin terdengar aneh dan tak masuk akal. Bahwa ada kemungkinan, nenek moyang orang Minahasa adalah suku-suku Israel, yang lazim disebut ‘suku Israel yang hilang’.

Teori atau hipotesis ini disampaikan seorang pemerhati budaya, yang sayang sekali menolak namanya dipublikasikan. Mungkin karena merasa teori yang dikemukakannya ini tidak lazim.

Menurut Tole Mantatenga—sebut saja namanya begitu, kemungkinan nenek moyang Minahasa berasal dari suku Israel yang hilang, berdasarkan apa yang menurutnya beberapa kesesuaian antara kekhasan masyarakat Minahasa dengan kebiasaan para suku Israel.

Dia mencontohkan soal pakasaan atau walak yang eksistensinya mirip dengan suku-suku di Israel pra kerajaan. Pakasaan di Minahasa menganut sistim otonomi, sama halnya dengan suku-suku Israel. Pakasaan dipimpin kepala walak melalui mekanisme pemilihan, sama halnya dengan para ketua suku Israel kuno.

Pakasaan Minahasa kuno, kendati hidup otonom, namun bisa mengikatkan diri menjadi satu kesatuan jika menghadapi bencana atau ancaman musuh, sama halnya dengan yang biasa dilakukan Israel sebelum menjadi kerajaan.

Tole juga menyorot peran Walian, pemuka agama kuno Minahasa yang (menurut penilaiannya) mirip dengan peran Imam Israel kuno. Atau kebiasaan mendirikan batu tumotowa, semacam ‘tugu’ peringatan berdirinya suatu wanua yang mirip dengan yang biasa dilakukan suku-suku Israel sebelum memasuki Kanaan. Begitu juga dengan upacara mempersembahkan korban kepada Pencipta yang agak-agak mirip, dan beberapa hal lain.



Israel yang hilang

Sebelum lanjut, siapa sebenarnya yang dikenal dengan ‘suku Israel yang hilang’ itu? Sampai sekarang, keberadaan ‘suku Israel yang hilang’ ini masih menjadi perdebatan para ahli teologi, yang kadar misterinya setara dengan pertanyaan: Di mana ‘Tabut Perjanjian’ sekarang.

Menurut sejarah, kerajaan Israel Raya yang besar dan megah semasa pemerintahan Raja Daud dan Salomo pecah menjadi dua, di masa pemerintahan Raja Rehabeam, putra Salomo, sekitar tahun 931 sebelum Masehi (sM). Sepuluh suku memisahkan diri mendirikan kerajaan Israel Utara, dengan Yerobeam sebagai raja pertama. Sedangkan sisanya, suku Yehuda dan Benyamin (bersama segelintir masyarakat 10 suku yang setia dan tidak mau memisahkan diri), kemudian dikenal dengan kerajaan Israel Selatan atau Yehuda, yang diperintah oleh dinasti Daud.

Kerajaan Israel Utara (yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Israel) dengan ibukotanya Samaria kemudian dikalahkan bangsa Asyur, sekitar tahun 722 sebelum Masehi. Sebagian besar penduduknya dibuang ke negeri asing, dan sebagai gantinya, Asyur mendatangkan bangsa lain ke Samaria dan sekitarnya.

Kerajaan Yehuda juga akhirnya dikalahkan, sebagian besar penduduknya dibuang ke Babel, dan Yerusalem dirobohkan, sekitar tahun 587 sM. Namun berbeda dengan masyarakat Yehuda yang akhirnya bisa kembali ke negeri asalnya, maka penduduk 10 suku bekas anggota kerajaan Israel yang dibuang Asyur itu tidak pernah kembali, sampai sekarang.

Keberadaan para keturunan suku Israel yang dibuang itu –yang dikenal dengan istilah ‘suku Israel yang hilang’--kemudian menjadi bahan spekulasi. Ada dongeng yang menyebutkan, sebelum Yesus menyatakan diri dan dibaptis Yohanes, Ia terlebih dahulu melanglangbuana, mencari di mana keberadaan keturunan 10 suku itu.

Ada juga laporan yang menyebutkan, di beberapa kawasan di India, Pakistan dan Bangladesh, ada suku-suku yang memakai nama mirip dengan nama-nama Israel. Ada juga tulisan yang menyebut bahwa orang Jepang sekarang adalah keturunan suku Israel yang hilang itu.

Beberapa ritual Jepang konon sangat mirip dengan yang dilakukan bangsa Israel kuno. Kaum Mormon malahan percaya kalau suku Israel ini tinggal di Amerika. Tidak jelas apakah yang dimaksudkan adalah suku Indian, atau suku lain.

Mungkin sekali, teori yang digagas Tole seperti yang disebutkan di atas, terinspirasi dari hal-hal itu. Bahwa mungkin saja, atau ada kemungkinan, nenek moyang orang Minahasa adalah masyarakat Israel kuno yang diasingkan bangsa Asyur.

Bahwa setelah kekuasaan Asyur melemah, para keturunan suku Israel ini berpindah tempat. Tidak lagi kembali ke daerah asal, tapi ke negeri asing. Bukan tidak mungkin ada yang sampai ke Cina, dan dari sana ada yang kemudian pindah ke Minahasa. Bisa saja.

Israel baru


Jadi nenek moyang orang Minahasa itu adalah suku Israel yang hilang? Bisa ya, bisa tidak. Mudah-mudahan ada yang berkeinginan melakukan penelitian ilmiah soal ini, dengan memparalelkan beberapa kekhasan orang Minahasa dengan suku Israel kuno.

Yang jelas, bagi orang Minahasa yang percaya kepada Kristus, hal ini tidak terlalu penting. Karena dengan percaya kepada-Nya, otomatis kita menjadi anggota Kerajaan Israel Baru. Dengan kata lain, orang Minahasa sekarang memang ‘keturunan’ orang Israel. Bukan secara fisik, tapi secara rohani. Kalau soal ini, saya yakin banyak yang setuju. Oi to? (*)

27 comments:

Falcon said...

Hm......Masuk akal kok...

chanly_laoh said...

bisa juga,.,.

mihaelblog said...

bila kita ingin mencari tau asl usul orang minahasa mari kita memakai pendekatan penyebaran manusia bahwa manusia di dunia berasal dari satu keturunan dan menyebar di seluruh dunia dengan hasrat untuk memenuhi kebutuhan hidup atau menjauh dari penguasaan sekelompok yang lebih kuat agar trerhindar dari penyiksaan (perbudakan) bahwa ada beberapa pendekatan yang dapat di jadikan sebagai kajiaan dan di dukung ole bukti bukti yang cukup:
1. di tinjau dari ajaran agama kristen islam dan yahudi bahwa manusia berasal dari keturunan adam dan hawa yang wilayah tersebut sekarang adalah di negara Irak
2. di tinjau dari ilmu pengetahuaan bahwa beradaban manusia pertama berasal dari mesopotamia saat ini berada di negara Irak .
jadi jelas manusia memang berasal dari satu keturunan namun karena telah terpisah begitu lama ( ribuan tahun)dan mungkin di sebabkan oleh beberapa faktor seperti para nenek moyang tidak ingin lagi menceritaka kepada generasi nya tentang asal usulnya di karenaakan mereka tidak mau lagi keturunannya kembali ke tempat asalnya akibat kehidupan yang kelam atau siksaan yang mereka alami ditanah asal sehingga mereka menceritakan dongeng dongeng kepada keturunan mereka agar anak cucu mereka tidak akan kembali di tanah asalnya, kalau kita mempelajari sejarah Agama dan sejarah dunia bahwa di timir tengah sejak permulaan telah terjadi perang dan malapetaka yang selalu di alami oleh masyarakat pada zaman itu jadi proses perjalanan manusia sehingga menyebar lebih di akibatkan oleh hasrat untuk mengembangkan kehidupan secara damai dan terlepaqs dari segala sisaan yang di lakukan oeh para pemimpin pada masa itu. maka nenek moyang orang minahasa jelas berasal dari mesopotamia melaui proses yang cukup lama maka sampilah mereka di tanah Minahasa sekarang ini, mengenai legenda TOAR LUMIMUUT adalah cerita rakyat yang sengaja di ceritakan oeh para leluhur. namun kalau kita memepelajari lebih dalam makna legenda tersebut adalah sebetulnya para leluhur tidak ingin meniadakan SANG PENCIPTA bahwa memang manusia adalah ciptaan TUHAN karena dari legenda tersebut TOAR adalah tanah,LUMIMUUT adalah embun yang di ciptakan menjadi manusia maka sebetulnya cerita tersebut adalah riwayat penciptaan ADAM DAN HAWA yang di bawah oleh nenek moyang minahasa sampai sekarang ini namun proses pemaparan dan gaya bahasa telah mempengaruhi penamaan dari kedua tokoh tersebut.kalau di tinjau dari para penelitian para pakar arkeologi di batu Pinawetengan bahwa keberadaan orang minahasa telah berumur ribuan tahun. di tinjau dari kepercayaan nenek moyang minahasa sangat mirip dengan kepercayaan masyarakat mesopatamia pada masa yang lampau dengan mengakui adanya SANG PENCIPTA serta memakai tanda binatang mirip dengan ceritah nabi NUH yang memakai tanda burung pada waktu pertistiwa Air Bah.

kalau ada yang berpendapat bahwa orang minahasa berasal dari keturunan 10 suku bangsa Israel yang hilang itu kita buktikan bersama, memang di lihat dari cara orang minahasa melaksanakan kehidupan bermasyarakat sanga tmiripo dengan kehidupan orang Israel pada masa Hakim - HAKIM yaitu setiap suku di pimpin oleh kepala suku dan dan setiap peristiwa memakai batu atau sumur sebagai tanda untuk di jadikan bukti kepada anak cucu tentang peristiwa yang terjadi di masa lampau, mungkin sampai di sini dulu pendapat saya kalau ada tanggapan atau kritikan mohon kirm di email saya ( michaelrumondor@yahoo.com)

Firman Tendry Masengi said...

Firman Tendry Masengi:

Bangsa Minahasa Bukan Suku Israel Yang Hilang. (Bagian Pertama)

Legenda Toar - Lumimuut seperti yang terkandung dalam syair Rumages Maengket disebutkan bahwa leluhur bangsa Minahasa banyak yang mati tenggelam ketika pada zaman purba terjadi banjir besar, yang diyakini terjadi semasa Nabi Nuh (Bahtera Noah). Atau dikenal dalam istilah Ampuhan atau Dimenew. Yang pada versi mitologi Mangorai -pada syair kedua dituturkan, "sia menek wana esa londei ma 'ali ali un tana' sana pongo" yang artinya: Dia naik kesebuah perahu membawa segenggam tanah.

Ini beberapa alasan yang menurut saya dapat di diskusikan bersama.
Kajian JAT Schwarz dalam bukunya "Tontemboansche Teksten" (1907), Toar - merupakan Dewa Matahari atau anak dari Dewa Matahari dan Lumimuut adalah Dewi Bumi. Semantara, menurut H.M Taulu dapat diketahui Toar merupakan dua suku kata yang berasal dari "Tou" artinya, "orang/manusia" dan Ari'i artinya, "tiang batu, tiang utama, tiang matahari, atau anak dewa matahari"

Sejarah Mesir kuno dikenal dewa Ra/Re sebagai Dewa Matahari. Dengan demikian bisa saja Toar adalah Dewa Manusia yang sama dengan keyakinan bangsa Mesir. Jika Tou adalah "Manusia" dan Ari'i atau Ra/Re "Tiang Matahari". Sedangkan Lumimuut bisa juga adalah dua suku kata yang berasal dari penggalan "Lumi" yang berarti "Pinggir/Terakhir/Tiada Tara" dan Mut atau Mutt (Dewi atau Istri dari Dewa Amun/Amon/Amin) yang biasa disebut Amun Ra. Lumimuut bisa berarti Dewi Bumi Yang Tiada Tara.

Jika mengacu pada hipotesa buku Eden In The East (Stephen Oppenheimer) dan ATLANTIS - The Lost Continent Finally Found (Professor Arysio Nunes dos Santos, diyakini oleh kedua ahli tersebut banjir besar Nabi Nuh menyebabkan tenggelamnya peradaban besar nusantara dimana Minahasa mungkin sebagai salah satu sumber peradaban besar tersebut. Migrasi penduduk Nusantara ke utara pada masa banjir besar Nuh mungkin bisa menjelaskan mengapa jenazah didalam waruga menghadap ke utara?
Dalam buku "Sejarah Asia Tenggara" (Armirous, -dse) disebutkan pada abad pertama masehi Minahasa sudah mempunyai kerajaan kuno. Studi tentang Sulawesi memang belum pernah dikaji lebih dalam dan komprehensif. Namun dari beberapa situs arkeologi didapat beberapa persinggungan yang kuat. Situs Megalitikum di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah dan Sarkofagus/Waruga (kuburan batu) maupun Kelompok wilayah megalit yang berupa lingga (batu pancang/tiang matahari) di Minahasa yang antara lain :
1. Megalit Tonsea, Airmadidi
2. Megalit Tolour, Tondano
3. Megalit Tomohon, Kakas-Kasen
4. Megalit Kawangkoan, Situs Watu Pinawetengan
5. Magalit Amurang, Amurang.
6. Budaya megalitikum yang sudah tumbuh di wilayah Sulawesi dan kepercayaan “shamanisme” bangsa Minahasa menunjukkan betapa tuanya peradaban bangsa Minahasa. Mungkin lebih tua dari bangsa Israel dari keturunan Yehuda dan Benyamin. Alasan saya yang lain, mengapa tidak ditemukan kata dan padanan kata secara filologi dan paentologi antara bahasa minahasa dan bahasa Ibrani atau Aramaic. Jika bangsa Minahasa adalah keturunan Suku Israel tentunya akan dengan mudah ditemukan kata, Eli, Elohim atau Allah dalam manuskrip kuno Minahasa (Tontemboan, Tombulu,Tonsea, Toulour (Tondano), Tonsawang (Tombatu/Tondanow), Ponosakan, Pasan (Ratahan), Bantik.

Firman Tendry Masengi said...

(Bagian Kedua)
Perhatikan syair kedua puluh enam : “Karia u ngaran ni Wa’ilan.” Artinya: Dengan nama “Yang Maha Mulia (Tuhan ). Dan ternyata, Aksara Malesung yang terdapat dalam Prasasti Watu Pinabetengan merupakan Huruf Hieroglif yang bukan merupakan warisan suku Israel. Pada Aksara Malesung Nampak banyak gambar Matahari dan secara umum, letak geografis Minahasa adalah Wilayah Matahari Terbit dan Tenggelam.
Perkembangan terbaru, Tim Katastropik Purba mengidentifikasi Gunung Dua Sudara, Bitung merupakan bangunan buatan manusia yang tertimbun ratusan bahkan ribuan tahun karena bencana alam dimasa lalu. Gunung Dua Saudara mirip dengan beberapa gunung di Jawa yang berbentuk piramida. Memang masih diperlukan pembuktian dan waktu yang akan membuka tabir/sejarah peradaban Indonesia dan Minahasa secara khusus.
Untuk melengkapi diskusi ini saya mencoba sebuah hipotesa dan membahasnya dari perspektif sejarah Islam yakni dalam buku “Munculnya Ya'juj & Ma'juj di Asia: Mengungkap Misteri Perjalanan Dzulkarnain” – Syaikh Hamdi bin Abu Zaid, Cetakan I/2007. Perjalanan Dzulkarnain Yang Agung (Fir’aun/Akhnaton)* mengadakan sebuah ekspedisi besar meninggalkan Mesir dengan balatentaranya menyusuri khatulistiwa mencari tempat matahari tenggelan dan tempat matahari terbit. Juga sebuah perjalanan yang mencari keberadaan janji Tuhan seperti di nubuatkan dalam Kitab Suci Kristiani tentang Gog dan Magog atau Ya’juj dan Ma’juj (**). Menurut pemahaman saya, ekspedisi Dzulkarnain sekitar tahun 1436 SM menyinggahi beberapa tempat seperti: Kepulauan Maladewa (Maldives) dimana Matahari Tenggelam dan Terbit bisa dirasakan bersamaan; di Minangkabau Dzulkarnain dan beberapa balatentaranya menetap dan kawin-mawin –dalam hikayat Maharajo Dirajo, tambo penghulu- karena tidak terlihat Matahari terbit dan tenggelam secara bersamaan Dzulkarnain kemudian melanjutkan perjalanan kearah timur menyusuri pesisir barat Sumatera dan perairan utara pulau Jawa melewati Selat Sunda; Selat Makassar dan singgah di daerah Lore Lindu menyeberangi Teluk Tomini dan memasuki Minahasa dan selanjutnya ke Kepulauan Kiribati di Pasifik. Disemua tempat yang disinggahi Dzulkarnain ada beberapa pasukan yang tertinggal karena sakit dan mungkin kawin-mawin dengan penduduk setempat dan disemua tempat itu ada jejak-jejak Megalitikum dan Sarkofagus yang merupakan peradaban Mesir Kuno.
Jika mengacu pada hipotesa buku Eden In The East (Stephen Oppenheimer) dan ATLANTIS - The Lost Continent Finally Found (Professor Arysio Nunes dos Santos, diyakini oleh kedua ahli tersebut banjir besar Nabi Nuh menyebabkan tenggelamnya peradaban besar nusantara dan terjadi migrasi serta difusi kebudayaan pada peradaban besar dunia. Maka gugurlah hipotesa bahwa Bangsa Minahasa adalah Suku Israel yang Hilang. Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa jenazah pada waruga menghadap ke utara?

*Dzulkarnain Yang Agung menurut beberapa ahli sejarah adalah Fir’aun yang mendapat pencerahan dan kemudian beriman kepada Allah ada juga pendapat yang menyatakan dia adalah Alexander Yang Agung – masih diperdebatkan karena tidak hidup semasa).

**Gog dan Magog atau Ya’juj dan Ma’juj. Bangsa Penghancur dan Anti Tuhan (Anti Christ).

Anonymous said...

salah!!

Anonymous said...

bung firman, kalo anda sudah pindah agama muslim jangan buat propaganda bahwa nenek moyang minahasa agama islam atopun antikris! Suku minahasa tidak ada darah arab karna nenek moyang minahasa tidak mengenal muhammad sebagai utusan Tuhan! Hati2 bung! Janagan kasih komen yang bisa menyulut pemusnahan massal orang islam di tondano! Karna agama kristen disana tinggal menunggu waktu jika salah satu gereja ato pendetanya dan jemaatnya ada yang disentuh oleh orang islam disana!! Say dari persatuan minahasan christian warrior's tondano!

Anonymous said...

Bung firman, argumen anda sama tidak kuanya dengan argumen bahwa "Orang Minahasa Keturunan Suku Israel yang Hilang?"
Alasannya simpel saja, tahun 1436 SM atau jaman mesir kuno itu belum ada kristen dan/apalagi islam...
Lebih masuk akal adlah pandangan yang berlaku kebanyakan yaitu nenek moyang org minahasa berasal dari cina (konon lumimuut certanya adalah puteri dari negeri tiongkok yang diusir)>> sesuai dengan pandangan yang diterima buku2 sejarah indonesia bahwa nenek moayng bangsa ini dapat ditelusuri dari yunnan, cina selatan

Rivo Kumaseh said...

Artikel yang menarik...salam kenal
qt Blogger Pemula dari Kawangkoan...kl ada waktu kunjungi qt p blog ok :
chaonechoan.blogspot.com
myreviewsoftware.com

Firman Tendry said...

Bung Anonymous yang terhormat... Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada pernyataan saya diatas yg mungkin menyinggung perasaan anda.

Argumentasi yang saya paparkan tidak bermaksud membela atau menjelekkan agama tertentu. Saya melakukannya berdasarkan pengetahuan yang saya miliki ditopang dengan referensi/literatur yang pernah saya baca. Diskusi ilmiah ini hendaknya terlepas dari beban sektarian. Saya memang meyakini bhw berdasarkan manuskrip kuno, bangsa minahasa bisa jadi lebih tua dari bangsa Israel maupu bangsa Arab. Itu kenapa tulisan diatas saya menyebutkan adanya migrasi ke utara dan terjadi difusi budaya.

Sekali lagi, dalam keyakinan saya Bangsa Minahasa adalah termasuk Bangsa tua. Tp keyakinan yang saya miliki mungkin sesuatu yang dianggap subyektif. Untuk itulah sebagai jalan pencerahan diskusi seperti ini menjadi penting agar kita bisa menemukan akar kesejarahan Minahasa.

Terima kasih.
Syaloom
Pakatuan wo pakalawiren.
I jajat u santi.

FTM

Ronny Dee said...

Kalaupun diklaim orang Minahasa adalah Israel rohani, kita ndak setuju. Orang Minahasa memang mayoritas Kristen tapi belum tentu semuanya lahir baru, kan? Paulus bilang Israel rohani itu yang disunat hatinya. Sunat hati artinya suatu gambaran pertobatan dasar, membuang hati yang keras dan penuh kejahatan dan dan diperbaharui dalam Kristus

Anonymous said...

Orang Minahasa keturunan Israel bisa dilihat dari Pengucapan Syukur atas hasil tanah (seperti yang dirayakan orang Israel) yang mereka rayakan setiap tahun, dan setahu saya mereka keturunan Zebulon

Agus Arivin said...

Torang samua basudara..

Bintang Timur said...

So priksa Dna so?

Anonymous said...

Saya cuma ingin mengutip pernyataan seorang backpacker journalist terkenal, agustinus wibowo; bahwa kita sering merasa lebih superior dan lebih hebat dengan suku-suku lain sesama bangsa indonesia sendiri, namun merasa inferior dan minder saat berhadapan dengan suku bangsa lain (misal barat). Apapun asal usulnya torang samua basudara. (Wong_Jowo)

Jessy said...

Ada kemungkinan juga benar, karena di kampungku ada yang punya marga Israel akan tetapi dari sebagian besar hari 1 keluarga itu saja yang ada... :-)

hafiz said...

terima kasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat ini. semoga memberikan manfaat bagi pembacanya. saya memiliki artikel sejenis yang bisa anda kunjungi di sini IT GUNADARMA

Wina said...

Terima kasih sudah memberikan informasi yang menarik ini.

Panwaslu Bolsel said...

Manusia pertama adalah adam dan hawa,jadi kt ad keturunannya.Yang paling mulia di sisi Allah adalah orang2 yang bertaqwa.Jadi bukan suku2 tertentu

Anonymous said...

Pak Panwaslu :
yang anda katakan itu benar pak, bahwa Manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, tapi disini Pak, saya hanya ingin mengoreksi sedikit tentang tanggapan anda !!! dari yang saya ketahui, suku Minahasa sudah Menganut/Mempercayai hanya satu Agama yaitu Agama Kristen, jadi untuk apa yang menjadi analisa atau hanya postingan Admin, itu merujuk kepada teori yang berdasarkan dengan ajaran Agama Suku Minahasa yaitu Kristen,,,

Tabea,,



Robby Kasehung said...

wait!!!
bagaimana anda bisa berkesimpulan bahwa suku Minahasa dulunya uda mengenal Kristen, agama Kristen dibawa oleh negara2 eropa di tanah Minahasa pada thn 1500an,dan satu hal lagi yg membuat saya tertarik untuk membahas ini, jika suku Minahasa adalah murni keturunan dari suku Israel yg hilang maka suku Minahasa 100% tidak akan percaya YESUS sebagai Juru Selamat(Mesias) mereka. Kenapa demikian? Coba buka injil dari Matius sampai Yohanes(ga usah banyak2), apakah semua orang2 Yahudi percaya bahwa YESUS adalah Tuhan? dan sampai sekarang faktanya di Israel masyarakatnya(suku Yahudi)98% tidak ada yg menganut ajaran Kristen
mereka masih menunggu kedatangan Mesias(bukan YESUS)

Robby Kasehung said...

wait!!!
bagaimana anda bisa berkesimpulan bahwa suku Minahasa dulunya uda mengenal Kristen, agama Kristen dibawa oleh negara2 eropa di tanah Minahasa pada thn 1500an,dan satu hal lagi yg membuat saya tertarik untuk membahas ini, jika suku Minahasa adalah murni keturunan dari suku Israel yg hilang maka suku Minahasa 100% tidak akan percaya YESUS sebagai Juru Selamat(Mesias) mereka. Kenapa demikian? Coba buka injil dari Matius sampai Yohanes(ga usah banyak2), apakah semua orang2 Yahudi percaya bahwa YESUS adalah Tuhan? dan sampai sekarang faktanya di Israel masyarakatnya(suku Yahudi)98% tidak ada yg menganut ajaran Kristen
mereka masih menunggu kedatangan Mesias(bukan YESUS)

Unknown said...

suku Israel terpecah pecah saat pembuangan di Babel.. konon katanya ada yang terpencar di afrika, china,jepang,dan Indonesia
karena mengalami asimilasi maka orang orang Israel telah menyatu dengan penduduk asli. konon katanya orang orang Elit yang bekerja di Pemerintahan dan Organizazi penertintahan maupun non pemerintahan di pegang oleh orang orang Keturunan Israel. karena bangsa Israel adalah bangsa yang katanya terpintar. dan oleh karena keturunan Abraham Isaak dan Yakub maka tanah yang ditempatkan oleh mereka akan subur dan orang orang disekitarnya akan diberkati

Stefanus Pontoan said...

Buat samua...nda usah berpolemik...kalo saya tdk peduli nenek moyang minahasa itu aslinya darimana atau siapa dan lain lain....yg saya tahu, saya orang minahasa, tinggal di tanah minahasa (manado) dan beragama kristen...dan saya sangat bangga serta mensyukuri itu semua...semoga kalian juga demikian....

Anonymous said...

Ayah saya mengikuti sebuah program yang diselenggarakan oleh National Geographic untuk keperluan pengembangan pengetahuan mereka berupa test DNA, hasilnya tercatat bahwa nenek moyang ayah saya yang berasal dari daerah utara Irak yang melakukan perjalanan ke arah timur, melewati utara India sebelum naik ke daerah uatara Mongol dan akhirnya turun ke Minahasa. Ayah saya tidak mempunyai darah Eropa, haplo group ayah saya adalah M sedangkan kebanyakan orang Minahasa dari sebuah tulisan yang saya pernah baca dinyatakan berhaplo group K dan berasal dari daerah yang sama timur tengah. Daerah utara Irak dalah tempat suku bangsa yang didalam Alkitab dikenal dengan nama Skit atau orang barat mengenalnya dengan nama Scytia, sebuah kelompok besar keturunan Israel yang hilang (silahkan baca britam.org-nya Yair Davidiy). Ada seorang Minahasa yang mencoba mecari tahu - jika benar orang Minahasa adalah salah satu keturunan, dan dari fenomena yang didapat, dia menyebutkan bahwa Zebulon adalah nenek moyang orang Minahasa. Itulah sebabnya sebagian dari orang Minahasa menganggap Belanda tidak pernah menjajah orang Minahasa walaupun terdapat banyak diskriminasi ras yang dilakukan mereka, karena Belandapun keturunan Zebulon.

fary said...

Saudara Anonymous, saya tertarik dengan komentar Anda tentang tes DNA ayah Anda oleh National Geographic. Bisakah saya mendapatkan detil tentang hasil tes ini? Jika bisa, mohon dikirim ke alamat email saya di faryoroh@gmail.com

Jika materinya cukup kuat, saya berencana membuat buku khusus tentang 'Minahasa Keturunan Suku israel yang Hilang' dan dipublikasi di Google Play dan iTunes Apple. Yang saya belum punya adalah data hasil tes DNA dan mungkin, data dari Anda bisa menjadi puzzle terakhir untuk melengkapi buku yang saya buat, hehehe...

Makasi sebelumnya, terima kasih sudah komen di blog ini

Salam,

Fary

Anonymous said...

Hello...saya hanya mau infokan,tolong Agama dan budaya sebaiknya tdk usah menjadi batu sandungan karena manusia hidup harus punya budaya maupun Agama.Beberapa orang sama cara berpikir dan yg lain tentunya akan berbeda.Dalam perbedaan itu biasanya orang saling tdk menyukai satu dan lainnya karena faktor Beragama dan faktor berbudaya.Jaman dulu dan sekarang di Minahasa masih terasa kental budaya menghormati Opo dalam arti mereka sebagai Moyang di Minahasa Yg bagi saya pribadi tdk terbantahkan bahwa Mereka benar2 mempunyai kekuatan magis yg sangat kuat.Namun dalam hal Beragama sebagian masyarakat bertanya tanya,bukankah Allah yg punya kuasa,mengapa masih percaya pada hal2 gaib? Mungkin pribadi saya akan menyampaikan bahwa,jika mereka memiliki kekuatan gaib,hmmm hal itupun dilakukan Yesus kristus dlm cerita Alkitab.lalu apa hubungannya dgn manusia sekarang.Mungkun boleh dibilang Setiap manusia punya pilihan beragam dan itu menjadi tanggung jawabnya kepada yg kuasa.Pertanyaan saya juga mengapa Para pelaku budaya semisal dlm acara adat selalu menyebut Opo Empung manatas? Itu artinya berlaku kuasa Allah dalam dimensi budaya itu sendiri.Thanks

.
.
Powered by Blogger.