Ilmu Bela Diri Khas Walak Toulour



SEMUA budaya di dunia memiliki ilmu beladiri khas, yang berbeda dengan kawasan lain. Begitu pula yang berlaku di Malesung (istilah untuk menyebut Minahasa tempo doeloe). Malesung juga memiliki kekhasan dalam ilmu bela diri, yang saat itu biasa disebut sakalele.

Malesung jaman dulu terdiri dari belasan walak--suatu istilah untuk menyebut gabungan beberapa kompleks pemukiman yang masih memiliki ikatan kekerabatan dan memiliki persamaan bahasa. Dan masing-masing walak di Malesung memiliki ilmu bela diri masing-masing, yang khas dan tidak dijumpai di wilayah lain.

Walak Toulour, salah satu walak terkemuka Malesung juga memiliki tradisi beladiri yang diajarkan turun temurun. Ilmu beladiri khas Walak Toulour biasa dikenal sebagai Sakalele soma' tanu rano wo reghes (Silat Sakti Air dan Angin). Ilmu beladiri ini mengacu pada gejala alam yang biasa dijumpai masyarakat Walak Toulour, yang dulu bermukim di tepi danau Tondano. Jurus yang terkait dengan air diambil dari pergerakan danau Tondano, dan angin mengacu pada pergerakan angin topan atau ma'edo lewo menurut lidah orang Toulour.

Sakalele soma tanu rano wo reghes terdiri dari 36 jurus. Beberapa di antaranya yang sangat hebat antara lain:

- We'wek wangun limi'lip limangkoy se payangka (Bebek cantik berenang melewati ikan payangka)

- Ma'edo lewo' melayas ( Pusaran angin membara)

- Si Tu'a medo rano (Orang tua mengambil air)

- Reghes kayobaan ikasa labot (Angin semesta sangatlah panjang)

- Mewuyang reghes limangkan lenau (Memperangkap angin menangkap bayangan)

Sakalele tanu rano wo reghes sangat sukar dipelajari, karena memerlukan pengerahan keter (tenaga sakti) yang sangat dalam. Umumnya seseorang yang bisa menguasai ilmu ini dengan sempurna akan diangkat menjadi kepala walak.

(disarikan dari cerita bersambung Kembalinya Waraney Minahasa, yang sedang tayang di harian Metro Manado. Kembalinya Waraney Minahasa adalah kisah fiksi, jadi tulisan ini sebenarnya bagian dari fiksi juga, hehehe...)


4 comments:

Marcky Bolung said...

dari fiksi toleh, kong kage so sampe hollywood ini. smoga..!!

Marcky Bolung said...
This comment has been removed by the author.
fary said...

@Marcky, kalo Hollywood kasiang talalo jaoh, hehehe

Maar sapa tau kang?

Btw makase atensinya ...

salam kenal

heinz handri said...

perlu dilestarikan ini.....

.
.
Powered by Blogger.