Jika Tak Bisa Mengubah Arah Angin...


“JIKA tak bisa mengubah arah angin, cobalah mengubah layar…” Demikian kutipan percakapan antara Mozz dan Neal Cafrey dalam serial White Collar yang disiarkan sebuah stasiun televisi.

Percakapan yang sederhana, namun menyiratkan banyak hal.

Dalam kehidupan, kita memang tak bisa mengubah arah angin. Dalam skala kecil, kita memang bisa ‘merekayasa’ arah angin, misalnya dengan mengaktifkan kipas angin, mengibaskan koran ke dekat wajah, atau membuka kaca mobil. Namun dalam skala besar, kita tak bisa mengubah arah angin. Karena angin datang dan pergi ke mana dia suka.

Di dunia, hanya satu orang yang bisa mengubah arah angin. Dia bernama Storm. Namun Storm, yang tergabung dalam kelompok X-Men adalah karakter fiksi. Di dunia nyata tak ada orang yang bisa mengubah arah angin. Bahkan teknologi yang paling cerdas sekalipun belum bisa mengubah arah angin secara permanen.

Jika arah angin tak bisa diubah, cobalah mengubah layar…

Pada perahu yang menggunakan layar, letak layar akan menentukan kecepatan dan juga arah.
Jika arah angin tak bisa diubah, cobalah menyesuaikan layarnya. Dan ambil keuntungan dari arah angin itu…

***

Menyesuaikan layar juga dilakukan para penggarap serial Marvel's Agent of SHIELD. Serial ini berkisah tentang sepak terjang sebuah unit kecil di SHIELD. Di Marvel Cinematic Universe, SHIELD (singkatan dari Strategic Homeland Intervention, Enforcement and Logistics Division) merupakan organisasi intelejen sekaligus kontra terorisme, yang menangani berbagai ancaman teroris yang dilakukan perorangan, organisasi hingga makhluk luar angkasa dan manusia super.  

Di layar lebar, SHIELD disebut-sebut dan muncul dalam film Iron Man, The Incredible Hulk, Iron Man 2, Thor, dan Captain America: The First Avenger. SHIELD kemudian memiliki peran signifikan dalam film The Avengers. Separuh film The Avengers  bersetting pada hellicarrier, yang merupakan markas bergerak SHIELD.

Kesuksesan film The Avengers yang antara lain menampilkan sepak terjang SHIELD, memunculkan ide di benak CEO Disney Bob Iger, yang setelah membeli Marvel Comics di tahun 2009, telah membentuk Marvel Studios (yang membuat film layar lebar) dan Marvel Television. Iger ingin agar di layar kaca ada serial yang memaparkan sepak terjang para agen SHIELD.

Iger kemudian menugaskan Joss Whedon, kreator sejumlah serial televisi populer seperti Buffy The Vampire Slayer yang juga menjadi sutradara The Avengers dan The Avengers: Age of Ultron bersama Jed Whedon dan Maurissa Tancharoen untuk menggarap serial yang kemudian diberi nama Marvel's Agent of SHIELD (MAoS).

Sebagai daya tarik, mereka memasukkan aktor Clark Gregg, pemeran karakter agent Phil Coulson di layar lebar. Pada The Avengers, Coulson digambarkan tewas setelah dibunuh Loki. Namun pada serial MAoS Coulson ternyata tidak benar-benar tewas. Beberapa episode awal serial MAoS menceritakan bagaimana prosesnya hingga Coulson bisa hidup.



Jed Whedon dan Maurissa Tancharoen kemudian mengcasting sejumlah nama sebagai pemeran utama. Syuting pun dimulai. Karena prospek bisnis yang menjanjikan, stasiun televisi ABC resmi mengontrak untuk pemutaran satu musim. Dan kemudian datang masalah.

Jed dan Maurissa didatangi pihak Marvel Studios yang saat itu sedang menggarap film layar lebar berjudul Captain America: The Winter Soldier (CA:TWS).

"Ngomong-ngomong, kami sedang menggarap sebuah film yang mungkin akan memengaruhi serial yang sedang kalian kerjaan. Ini skenarionya, bacalah dan kalian akan mengerti apa yang kami maksudkan," kata pihak Marvel Studios.

Jed dan Maurissa membaca skenario dan terkejut. Film CA:TWS tak hanya mengisahkan sepak terjang Captain America namun juga tentang SHIELD. Dalam film itu diceritakan kalau SHIELD disusupi HYDRA, kelompok bentukan NAZI yang ingin menghancurkan dunia. Ending film CA:TWS memaparkan kehancuran SHIELD sebagai organisasi!!

Bisa dipahami jika Jed dan Maurissa terkejut. Mereka sedang mengembangkan serial tentang para agen SHIELD, dan dalam waktu bersamaan ada proyek layar lebar yang memaparkan kalau SHIELD bakal hancur!! Perkembangan terbaru ini akan menjadi masalah serius karena sejak awal sudah digambarkan kalau serial MAoS berada dalam universe yang sama dengan film bioskop.

Mau tidak mau, Jed dan Maurissa harus menyesuaikan. Skenario dirombak. Para penulis dipaksa memikirkan langkah penyesuaian. Cerita harus dibuat selaras dengan apa yang terjadi di layar lebar.

Film layar lebar CA:TWS sukses besar. Para penonton mendapat kejutan yang tak terduga karena SHIELD hancur. Di pihak lain, penyesuaian yang terpaksa dilakukan pada serial MAoS juga berbuahkan hasil. Para penonton yang mengikuti serial MAoS seperti mendapat gambaran lebih detil karena di saat bersamaan, serial itu memaparkan bagaimana infiltrasi HYDRA juga terjadi pada kelompok kecil yang dipimpin Coulson. Salah satu agen terbaik dan terpercaya ternyata merupakan mata-mata HYDRA. Coulson dan timnya harus menyembunyikan diri karena dikejar-kejar pemerintah AS.

Perubahan yang terpaksa dilakukan pada skenario MAoS ternyata berdampak positif. Rating serial itu, yang awalnya rendah, perlahan merangkak naik. Secara kualitas, episode-episode yang memaparkan pertarungan sisa-sisa agen SHIELD melawan agen HYDRA berlangsung dramatis dan seru. Sebagai serial, MAoS dinilai cukup sukses. ABC kemudian memperpanjang kontrak hingga musim kedua, dan kemudian musim ketiga dan saat tulisan ini dibuat, sudah memasuki musim keempat.

Perubahan terpaksa yang dilakukan penggarap MAoS ternyata justru mendatangkan kesuksesan. Kesuksesan itu muncul karena perubahan disikapi dengan positif, dan dilakoni dengan cerdas dan tepat.

Terpaksa berubah

Dalam hidup, terkadang kita menghadapi situasi seperti yang dihadapi penggarap serial MAoS. Di saat arah angin berubah dan tak ada yang bisa dilakukan selain menyesuaikan layar pada perahu.

Ketika situasi berubah, dan perubahan sama sekali tidak sesuai dengan yang direncanakan. Perubahan itu bisa terjadi pada pekerjaan.

Dalam kehidupan, kita acapkali dihadapkan dengan arah angin yang tak bisa diubah. Sebagai contoh, kita mungkin ‘terjebak’ dalam pekerjaan yang tidak disenangi, namun terpaksa dilakoni karena tak ada alternatif lain.

Banyak yang terpaksa menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaan, dan menyisakan sangat sedikit untuk keluarga. Banyak yang meninggalkan rumah ketika anak-anak masih tidur dan tiba kembali ke rumah ketika anak-anak sudah tidur.

Mungkin banyak dari Anda yang ‘terjebak’ pada situasi kerja yang tidak menyenangkan. Atau lingkungan kerja yang membosankan.

Jika Anda tak bisa mengubah arah angin (artinya tak bisa meninggalkan pekerjaan yang sekarang), cobalah mengubah letak layar. Artinya, jika punya waktu luang (misalnya Sabtu atau Minggu), cobalah meluangkan waktu yang berharga itu untuk keluarga. Jangan seperti pihak tertentu yang di waktu luang justru menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna….

Jika lingkungan kerja tak menyenangkan atau cenderung membosankan, cobalah berdamai dengan diri sendiri. Carilah bagian yang menyenangkan, atau ciptakan jika memang tidak ada.  Jika memungkinkan, lengkapi diri Anda dengan sejumlah tools atau gadget yang bisa memunculkan suasana fun dan menyenangkan, selama itu tidak mengganggu atau merusak hubungan kerja dengan pihak lain.

Anda juga mungkin bisa mencari peluang lain. Mencoba nyambi. Misalkan di kantor punya akses intenet tak terbatas, cobalah mencari peluang tambahan dengan memanfaatkan koneksi internet.

Di samping itu, tentu saja tetap mengamati jika arah angin benar-benar sudah berubah, artinya Anda bisa mendapatkan peluang bekerja di tempat lain. Namun jika ingin pindah, pastikan Anda sudah mendapatkan tempat kerja yang baru sebelum meninggalkan yang lama.

Contoh lain, mungkin dalam keluarga Anda terpaksa berhadapan dengan mertua yang tak punya perasaan. Atau ipar yang menjengkelkan.

Jika Anda tak bisa mengubah arah angin (Anda tak bisa bercerai dengan suami atau istri), cobalah mengubah letak layar. Artinya, cobalah memahami psikologi mertua atau ipar. Jika saat ini Anda terpaksa menetap di ‘Graha Mertua Permai’, cobalah melihat kemungkinan untuk mengontrak atau tinggal di tempat terpisah.

Contoh lain lagi, mungkin Anda termasuk dalam pihak yang frustrasi dengan situasi dan kondisi dalam negeri. Gemas dengan wakil rakyat yang tak punya nurani, kesal dengan pemimpin negeri yang lamban, geregetan dengan masih banyaknya aksi korupsi dan hal-hal lain yang membuat darah tinggi.

Jika tak bisa mengubah arah angin (Anda tak bisa melakukan revolusi atau kudeta, atau meninggalkan Indonesia dan menjadi warga negara lain), maka cobalah mengubah layar. Dengan cara melakukan perbaikan mulai dari unit terkecil. Yakni diri sendiri dan keluarga. Mencoba menanamkan hati nurani, mencoba berperilaku bersih, dan berusaha keras untuk hidup jujur. Di saat bersamaan, cobalah melakukan koreksi. Tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Misalnya melakukan kritik melalui media, terutama blog.

Tentu, bukan hal yang mudah untuk mengubah layar. Apalagi jika tiba-tiba angin yang sepoi berubah menjadi badai.

Namun dengan melakukan penyesuaian, kita bisa beradaptasi.

Ketika kita berharap mendapat promosi di bidang A namun ternyata dipromosikan di bidang F yang sama sekali tidak kita pahami. Atau seseorang yang awalnya berencana menjadi penggerak di sektor perikanan dan meraih gelar Sarjana Perikanan yang kemudian 'terpaksa' menekuni jenis pekerjaan yang sama sekali berbeda, sebagai...wartawan, misalnya.

Atau perubahan pada rencana masa depan. Ketika rencana untuk menikah tiga tahun lagi terpaksa berubah karena sang pacar hamil duluan. Atau rencana untuk memiliki mobil, namun harus dirubah karena kemampuan finansial hanya cukup untuk sepeda motor. Atau Seseorang yang awalnya bercita-cta hanya punya satu istri, yang tiba-tiba mendapati kenyataan bahwa ada perempuan lain yang rela menjadi selingkuhan atau istri kedua...

Terkadang, perubahan rencana itu datang secara eksternal, yang dipengaruhi pihak lain, dan tak ada yang bisa kita lakukan selain mencoba menyesuaikan diri dan beradaptasi.

Contohnya, para bintang sinetron atau penyanyi yang pernah populer, yang kemudian menyadari bahwa masa jaya mereka sudah lewat. Tak ada kontrak dengan rumah produksi, penggemar sudah lupa. Apa yang harus dilakukan? Meratapi situasi dan menghabiskan waktu mengenang masa lalu, atau memilih untuk maju?

Dalam banyak hal, perubahan rencana harus disikapi dengan bijak dan kepala dingin. Awalnya mungkin akan membuat bingung, kesal dan geram. Namun perubahan rencana tetap harus dijalani. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana menjadikan perubahan itu sebagai hal positif yang bermanfaat.

Para penggarap serial Marvel's Agent of SHIELD telah membuktikan bahwa perubahan yang berpotensi membuat serial mereka hancur, ternyata justru memberi dampak positif. Itu terjadi karena mereka menyikapi perubahan dengan langkah cerdas dan tepat.

Hal itu yang perlu kita tiru. Tak selamanya perubahan rencana akan berakibat buruk. Perubahan, jika itu harus terjadi, harus disikapi dengan tenang, cerdas dan kepala dingin. Dengan penanganan yang tepat, setiap perubahan akan memberi dampak positif bagi kehidupan.

Perubahan, bukan berarti tertutupnya peluang untuk sukses. Perubahan, bisa menjadi langkah awal untuk meraih kesuksesan...<>

No comments:

.
.
Powered by Blogger.