Kereta Api di Sulawesi, Modernisasi atau...



SELAMA puluhan tahun, warga yang berdomisili di Pulau Sulawesi hanya mengenal kereta api melalui tayangan televisi atau film. Namun pada tahun 2013, hal itu akan berubah. Rel kereta api (KA) akan dibangun di Sulawesi.

Sebagaimana diungkap kabarpro, pemerintah Sulawesi Utara berencana membangun rel kereta api yang menghubungkan jalur trans Sulawesi. Menurut Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi Jackson Kumaat,  pembangunan rel KA trans-Sulawesi dapat meningkatkan perekonomian daerah hingga 30 persen. Tranportasi publik ini juga merupakan solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di jalan raya. Pembangunan rel kereta api trans-Sulawesi akan mempercepat pembangunan daerah tertinggal di 6 provinsi se-Sulawesi.

Tentu, jika terealisasi, keberadaan jalur kereta api juga akan mengubah cara hidup dan perilaku masyarakat. Jika selama ini warga Sulawesi menggunakan bus, atau angkot, atau taksi gelap bahkan ojek, maka akan muncul alternatif baru: kereta api.

Namun tidak jelas juga apakah pembangunan kereta api ini merupakan bagian dari modernisasi. Apa yang terjadi di negara maju (juga yang terlihat di pulau Jawa), keberadaan kereta api mampu mendekatkan warga yang domisilinya berjauhan.

Namun pertanyaan pentingnya adalah, bisakah masyarakat Sulawesi menerima keberadaan kereta api yang selama ini asing?

Hendpon, Teknologi yang Mengubah Hidup


Pada 20 tahun lalu, jika melihat seseorang di pinggir jalan bicara sendiri, dengan tangan kanan di kuping dan tangan kiri menunjuk-nunjuk, Anda akan memvonis seseorang itu tidak waras. Dan hampir bisa dipastikan anggapan itu benar. Kini, pemandangan seseorang yang bicara sendiri di tepi jalan, dengan tangan kanan di kuping dan tangan kiri menunjuk-nunjuk itu biasa. Bahkan bisa saja dalam satu lokasi ada beberapa orang yang berbicara sendiri. Pemandangan yang 20 tahun lalu dianggap aneh kini tidak lagi. Mereka yang bicara sendiri itu pun tak akan divonis sebagai orang yang tidak waras.

Tentu, tak hanya di tepi jalan kita melihat pemandangan orang yang ‘bicara sendiri’. Di mall, supermarket, toko buku, restoran atau tempat keramaian di mana saja kita bisa menemukan orang yang seperti itu. Itu pemandangan biasa, karena kita tahu mereka sebenarnya tidak benar-benar bicara sendiri. Mereka menelpon menggunakan telepon genggam.

Telepon genggam (atau juga disebut telepon seluler/ponsel atau handphone/HP) merupakan produk teknologi yang benar-benar mengubah cara kita berkomunikasi. 20 tahun lalu, membuat janji dengan seseorang diperlukan kerja keras dan juga ketidakpastian. Kini, janji ketemuan dengan seseorang praktis lebih mudah. Kita bisa mengetahui perkembangannya dan apakah dia jadi datang atau tidak.

Ponsel, juga merupakan produk yang perkembangannya tergolong revolusioner. Sebagian dari Anda mungkin bisa mengingat bagaimana ‘kuno’nya HP pertama yang dibeli. Yang nada deringnya monophonic, yang fasilitasnya hanya menelpon dan menerima telepon, dan SMS. Inovasi kemudian dikembangkan sejumlah merek besar, dan memperkenalkan fitur gambar/foto dan video.

Fitur foto da video merupakan terobosan penting yang juga mengubah hidup. Kenangan manis bisa didokumentasikan dengan mudah. Seseorang bisa merekam adegan apa saja dan di mana saja.

Dalam beberapa kasus, pengertian “di mana saja dan apa saja” juga digunakan untuk hal yang sifatnya pribadi. Makanya hingga awal tahun ini kita bisa dengan mudah menemukan gambar atau video ‘ehem-ehem’ dengan model amatiran (siswi/mahasiswi/gadis/karyawati/istri/ibu rumahtangga) yang gambar atau videonya direkam oleh orang terdekat, baik kekasih, suami atau pasangan selingkuh. Video ‘ehem ehem’ artis terkenal yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu merupakan contoh konkrit.

Inovasi tak berhenti pada fitur foto dan video. Belakangan muncul apa yag kemudian dikenal sebagai smartphone, ponsel pintar nan cerdas yang memiliki fitur-fitur mencengangkan. Ada yang dilengkapi GPS, messenger, dan yang sekarang menjadi fitur wajib, koneksi internet. Kini dengan smartphone di tangan (baik yang merek terkenal maupun merek ‘wannabe’) seseorang bisa terkoneksi ke dunia maya hanya dengan menggerakkan jempol.

Bukan gengsi

Ada suatu masa ketika HP dianggap sebagai simbol gengsi. Ketika HP masih tergolong barang langka, kita bisa menyaksikan bagaimana seseorang dengan bangga sengaja berbicara di depan umum secara menyolok, memperlihatkan kepada khalayak bahwa dia punya HP. Anda mungkin pernah mendengar cerita bagaimana seorang karyawati, yang sengaja berpesan kepada suami atau pembantu rumah tangga agar menelpon di jam sekian, di jam ketika si karyawati sedang meeting, agar semua rekan dan bos tahu bahwa dia sudah punya HP.

Kini, HP tak lagi menjadi simbol gengsi. Hampir semua orang, semua lapisan masyarakat, berbagai umur, sudah punya HP. Tukang becak, buruh bangunan, mbok jamu, petani, nelayan bahkan siswa SD pun sudah punya HP. Sebagian besar siswa sekolah menengah punya HP. Mahasiswa apa lagi. Karyawan dan PNS juga. Bahkan ada yang punya lebih dari satu.

HP tidak lagi menjadi simbol gengsi karena sudah menjadi kebutuhan. Tanpa HP, kehidupan akan berbeda.

Aku ingat, tahun lalu, karena buru-buru aku lupa membawa HP yang di-charge. Tanpa HP aku benar-benar tak bisa berbuat apa-apa karena pekerjaanku mengharuskan aku untuk selalu berhubungan dengan pihak tertentu. Yang lebih parah, aku paling malas menghafal nomor HP. Au tidak hafal nomor HP teman dan relasi. Bahkan nomor HP istri pun aku tidak (atau malas) hafal.

Tanpa HP, harapanku saat itu hanya pertolongan Tuhan. Karena untuk pulang ke rumah tak bisa karena sangat memakan waktu. Dan untunglah, setelah berdoa (dengan tubuh dipenuhi keringat dingin), Tuhan mempertemukan aku dengan seorang teman yang punya HP dua dan punya koleksi nomor relasi yang sama dengan aku. Terpaksa, aku mengorbankan pulsa dan menggunakan HP-nya. Aku juga berkali-kali terpaksa menerangkan panjang lebar kepada relasi bahwa aku tidak ganti nomor dan yang aku gunakan nomor pinjaman milik teman.

HP kini menjadi jendela guna memasuki dunia lain. Dunia maya yang menawarkan berbagai kemudahan dan juga peluang.

HP tak hanya mengubah hidup namun juga memberi arti baru untuk komunikasi.

Bagaimana pendapat Anda?


The Avenger, Film Wajib Tonton Penggemar Super Hero

INI momen yang dinanti penggemar film super hero. Sebuah film yang menceritakan sepak terjang para pembasmi kejahatan akan diluncurkan pada Mei mendatang, yakni The Avenger. Tak tanggung-tanggung, yang akan tampil tak hanya satu namun beberapa super hero.


Film The Avenger akan menampilkan sejumlah super hero yang sebelumnya ditampilkan sendiri-sendiri. Yakni Incredible Hulk, Iron Man, Captain America dan Thor. Mereka akan dibantu dua agen SHIELD yakni Black Widow dan Hawkeye. The Avenger adalah kelompok superhero pembela kebenaran yang dibentuk Nick Fury, pemimpin organisasi penjaga perdamaian SHIELD.

Sejumlah nama yang membintangi film ‘solo’ tetap tampil dengan karakternya. Robert Downey, Jr akan tetap berperan sebagai jutawan jenius Tony Stark yang juga menjadi Iron Man. Downey sukses memerankan Iron Man dalam dua film yakni Iron Man (2008) dan Iron Man 2 (2010). Aktor Chris Hemsworth yang tampil meyakinkan sebagai Thor dalam film berjudul sama tahun 2011 kembali akan berperan sebagai super hero yang memiliki senjata andalan palu itu. Begitu juga dengan Chris Evans yang berperan sebagai Steve Rogers / Captain America dalam film Captain America: The First Avenger (2011). Satu-satunya wajah baru adalah pemeran Bruce Banner alias The Incredible Hulk. Karena tidak tercapai negosiasi, pemeran Bruce Banner dalam film The Incredible Hulk yang diproduksi tahun 2008, Edward Norton gagal berpartisipasi. Posisi Norton diganti ojavascript:void(0)leh Mark Ruffalo.

Artis cantik Scarlett Johansson yang tampil apik sebagai Natasha Romanoff / Black Widow dalam Iron Man 2 akan kembali berpartisipasi. Begitu juga aktor veteran Samuel L. Jackson yang berperan sebagai Nick Fury, petinggi SHIELD.

The Avenger dan karakter super heronya pertama kali diperkenalkan oleh Marvel Comics. Marvel yang juga merambah dunia film melalui Marvel Studio merupakan produsen film ini. Sementara Walt Disney Pictures bertindak sebagai distributor.

Tampilnya The Avenger di tahun 2012 ini sangat menentukan dari sisi bisnis, karena pada tahun 2013 mendatang, pesaing utama mereka, Justice League of America akan diluncurkan. Justice League of America adalah kelompok superhero milik DC Comics yang antara lain diperkuat Superman, Batman, The Flash, Wonder Woman dan Green Lantern.

Ngeblog itu Ibarat Film Mission: Impossible?



BAGAIMANA hubungan ngeblog dengan film Mission: Impossible (MI)? Hubungan keduanya baik-baik saja, hehehe. Namun jika disimak, ada beberapa hal menarik yang bisa dipelajari dari seri terbaru film tentang misi yang mustahil ini, yang bisa diaplikasikan dalam dunia ngeblog atau tulis-menulis secara umum.

Film MI yang kali ini bertajuk Ghost Protocol masih mengisahkan sepak terjang agen rahasia Ethan Hunt (Tom Cruise) yang menjalankan misi yang secara teoritis mustahil dilakukan. Sebagai agen rahasia, Hunt mengusai sejumlah keahlian wajib: bisa beladiri, mahir menggunakan berbagai jenis senjata, bisa menyamar dan cerdik.

Sebagai blogger, ada beberapa keahlian yang wajib dikuasai. Dibandingkan dengan agen rahasia, keahlian yang harus dikuasai blogger relatif lebih mudah. Pertama, kemampuan berbahasa, dan bagaimana menuangkannya ke dalam tulisan. ‘Keahlian’ ini relatif mudah dipelajari, yakni dengan terus dan terus berlatih menulis, dan di saat yang sama terus dan terus membaca.

Keahlian kedua yakni kemampuan menggunakan ’senjata’. Untuk blogger, ’senjata’ utama adalah komputer, baik dalam bentuk konvensional (PC), laptop atau tablet. Jika diperlukan, telepon genggam terutama jenis smartphone juga bisa dijadikan ’senjata’. Dan tentu saja, jaringan internet.

Sebagai blogger, terkadang kemampuan menyamar juga diperlukan. Yakni tampil dengan identitas yang berbeda. Atau menggunakan nama pena. Selama tidak digunakan untuk hal yang negatif, menggunakan nama pena bisa dibenarkan. Dan rasanya menyenangkan.

***

Berbeda dengan James Bond yang biasa bekerja sendiri, Ethan Hunt selalu bekerja dalam tim. Dalam setiap aksinya Hunt ditemani beberapa orang dengan keahlian khusus.

Sebagai blogger, Anda tentu saja tak perlu merekrut staf khusus. Kecuali jika blog Anda sudah menjadi industri dan dijalankan dengan profesional dan menjadi bisnis. Jika sudah menjadi industri, maka merekrut staf adalah pilihan logis. Salah satu blog tersukses di dunia saat ini, Mashable.com, awalnya hanya dijalankan sang pemilik, Pete Cashmore. Setelah makin maju, Cashmore merekrut reporter, dan kini Mashable dijalankan layaknya sebuah media profesional, yang punya pemimpin redaksi, editor dan reporter yang berdomisili di berbagai belahan dunia.

Jika Anda tak berminat menjadi seperti Cashmore dan lebih suka mengelola blog secara personal, itu tak berarti Anda harus benar-benar bekerja sendiri. Anda bisa memanfaatkan ’staf khusus’. Yang pertama, tentu saja Paman Google. Paman yang satu ini siap memberikan informasi tentang apa saja, yang bisa memperkaya tulisan.

‘Staf khusus’ yang kedua adalah jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter dan Google+. Selain ide menulis, jejaring sosial bisa dijadikan wahana promosi yang ampuh, sehingga tulisan bisa tersebar ke berbagai penjuru dunia.

‘Staf khusus’ ketiga adalah teman sesama blogger. Dari tulisan teman Anda bisa mendapatkan banyak ilmu dan kisah inspiratif yang bisa dijadikan pelajaran untuk memperbaiki mutu dan kualitas tulisan.

***

Ngeblog tentu saja bukan film Mission Impossible. Ngeblog juga bukan misi yang secara teoritis mustahil dilakukan. Ngeblog pada dasarnya merupakan hal yang sangat mudah, jika itu dilakukan dengan kesenangan dan kegembiraan. Sebaliknya, blog akan terasa seperti siksaan neraka jahanam jika dianggap sebagai kewajiban, atau paksaan.

Jadi ngebloglah untuk bersenang-senang. Jika selama ini Anda tidak merasa nyaman ketika ngeblog. jangan memaksakan diri.

Jika memutuskan menjadi blogger, jangan sampai Anda, sengaja atau tidak, mempraktekkan tagline film Mission Imposible ‘Ghost Protocol’: No Plan. No Backup. No Choice…

Sebagai blogger, Anda tetap punya pilihan. Pilihan ada di tangan Anda!!!

Menulis Buku Itu Menyenangkan, Tapi...

MENULIS buku itu menyenangkan. Apalagi jika ide terus bermunculan. Ditambah peluang besar untuk disetujui penerbit.

Menulis buku itu menyenangkan karena saya bisa melakukan sesuatu yang disukai, dan bisa mendapatkan pendapatan ekstra.

Sayang, waktu yang tersedia sangat terbatas. Amat sangat terbatas...

Dan ini buku terbaru yang (bakal) beredar...







Salam,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India